KUBISME

KUBISME
Perjalanan sejarah seni rupa modern di Barat, tidak lepas dari peran Picasso. IPicasso adalah orang Spanyol yang lahir pada tahun 1907, setelah mendapat didikan melukis di Barcelona dan Madrid, dalam usia 19 tahun pergi ke Paris untuk menyatukan diri dengan pusat seni lukis dunia itu. Sejak kecil bakat drawing-nya luar biasa, dan pada waktu berumur 12 tahun telah memiliki kemampuan yang baik dalam menggambar model. Picasso sangat kreatif, sehingga ia tidak betah pada gaya yang sama. Ia selalu pindah dari satu gaya ke gaya yang lain.

Karya-karya seni yang dihasilkannya merupakan Kelanjutan dari pandangan Cezanne tentang objek, dan ditambah dengan hasil perjalanan Picasso ke Afrika yaitu patung primitif dari Afrika dan Liberia. Seni lukis Cubism tidak sepenuhnya abstrak karena masih terlihat elemen binatang, manusia, atau pemandangan. Prinsip aliran ini: MENONJOLKAN ASPEK RUANG (3 DIMENSI) DAN WAKTU, HAL INI TIDAK TERDAPAT DALAM ALIRAN SEBELUMNYA.

Periode Berkarya Picasso meliputi:
BLUE PERIOD (1901-1903)
ROSE PERIOD (1904-1905)
CLASSICAL PERIOD (1905) AND IBERIAN PERIOD (1906)
AFRICAN PERIOD (1907)
CUBISM (1908-1917)
Analytical Cubism (1908-1912)
Synthetic Cubism (1912-1917)
CONSTRUCTION AND AFTER (1912-1920)

Pembahasan Karya:
Pablo Picasso, Les Demoisselles d’Avignon, June-July 1907, cat minyak di atas kanvas, 8’ x 7’8″.
Saya melukis bentuk seperti apa yang saya pikirkan. Pengaruh dari Afrika, Iberia, dan seni Eropa, merupakan cermin dari pernyataan Picasso, yang terdapat pada karya Les Demoiselles d’Avignon (Wanita muda dari Avignon). Karya ini membuka pintu kearah metode baru yang radikal, yakni representasi bentuk di ruang. Picasso memulai karyanya dengan judul yang simbolik Philosophical Bordello, melukiskan langganan laki-laki yang bercampur baur dengan wanita di ruang resepsionis brothel (Avignon Street di Barcelona yang merupakan kawasan “lampu merah”). Proses akhir, seniman menyisihkan figur laki-laki dan detail ruang sederhana dari bahan gorden dan latar belakang dibuat still life.
Pablo Picasso, Les Demoisselles d’Avignon, June-July 1907, cat minyak di atas kanvas, 8’ x 7’8".

Picasso menggambarkan 5 figur yang mengisi bidang lukisannya. Malahan figur-figur tsb terasa penuh, ia membentuk dengan cara menggambarkan bentuk segitiga yang direpresentasikan pada bahan gorden dan mengkosongkan bidangnya. Tentu saja, bidang juga menjalin dengan tubuh-tubuh, hal ini sebenarnya tidak terlihat.

Wajah dari 3 wanita muda di sebelah kiri, terinspirasi dari patung Iberia kuno, Picasso melihatnya sewaktu mengunjungi Spanyol.

Penggambaran Les Demoisselles d’Avignon (gambar bawah) melukiskan figur-figur yang tidak konsisten. Wajah dari 3 wanita muda di sebelah kiri, terinspirasi dari patung Iberia kuno, Picasso melihatnya sewaktu mengunjungi Spanyol. Dua kepala di sebelah kanan muncul belakangan, dibuat oleh Picasso yang terilhami dari patung Afrika. Mungkin merupakan respon dari energi 2 kepala yang baru. Picasso juga mengolah kembali lukisan bentuk tubuh mereka. Ia melukiskan mereka kedalam ambigu. Wanita yang duduk disebelah kanan memperlihatkan pandangan ganda dengan jelas, memperlihatkan observasi secara serempak dengan 3 bagian belakang diperlihatkan dari kiri, sedang yang lain dari kanan, dan pemandangan depan kepala memperlihatkan figure yang frontal.

Karya ini merupakan representasi Picasso secara visual bahwa:”saya melukis bentuk-bentuk sebagaimana apa yang saya pikirkan, bukan seperti apa yang saya lihat.”

Beberapa tahun kemudian, Picasso memamerkan karyanya ke pelukis lain. Salah satu yang pertama kali melihat adalah Georges Braque (1882-1963), seorang pelukis Fauve. Lukisan ini merupakan titik awal revolusi seni lukis kubisme, Braque dan Picasso memperkenalkannya sekitar tahun 1908.

karyanya ini mevisualisasikan aspek ruang dan 3 dimensi dalam guernica terlihat pada adanya bentuk ”kedalaman, perspektif dari berbagai sudut pandang, aspek waktu terlihat adanya semacam gerakan dan dinamika, seolah masing-masing tokoh sedang dalam proses pergerakan, termasuk penderitaan dalam menghadapi kematiaan.

Karya lainnya yang terkenal adalah memadukan antara seni dan politik, judulnya Guernica yang dibuatnya pada tahun1937.

Pengaruh Cubism pada arsitektur:
Pengaruh aliran kubism dlm arsitektur tidak secara langsung dan bersamaan, yakni muncul sejak 1917-1920.
Arsitek Cubism:
1. Gerrit Rietveld (Belanda), Rumah Tinggal Schroder di Utrecht.
2. Walter gropius (Jerman), Kompleks Gedung Bauhaus di
Dessau
3. Richard Neutra (Amerika), Lovell House di L A
4. Le Corbusier (Perancis), Villa Savoye di dekat Perancis

Kesimpulan:
……. his many innovations, Picasso is …… to be the most influential artist of the 20th century.
Its innovations gave rise to a host of other 20th-century art movements, including futurism in Italy, suprematism and constructivism in Russia, de Stijl in the Netherlands…… Cubism also influenced German expressionism, dada, and other movements ……(Encarta, II, 2005)

Daftar Pustaka:
Gardner’s Art Through The Ages, 2000, Gardner, H. Harcourt Coll. Pub. Bab 33 Hal 1012-1019

Laura Payne, Essential Picasso, 1999, London;Parragon Publishing. Bab I Hal 60, 104, 176

Microsoft Encarta. 2005

Berikut adalah materi pengayaan Cubism khusus untuk Program Studi Desain Interior silahkan pelajari disini: CUBISM (materi pengayaan)