FUTURISME

FUTURISME

Futurisme adalah aliran seni yang “lahir” di Italia,  didirikan pada tahun 1909 oleh Filippo Marinetti (seorang sastrawan). Gerakan ini mendapat inspirasi dari kehidupan yang demikian cepat berubah di awal abad ke-20 berkat adanya teknologi mesin serta kehidupan sehari-hari yang menghasilkan unsur gerak dan kecepatan.  Aliran ini muncul karena akibat dari ketidak-puasan seniman terhadap idiom-idiom seni sebelumnya, mereka menolak semua yang “berbau” tradisional dan berambisi menciptakan idiom-idiom yang baru.

Tokoh futurisme dalam seni sastra selain Marinetti adalah Giacomo Balla, Ardengo Soffici dan Stephane Mallarme. Futurisme kcmudian .juga merambah kedalam bidang seni rupa. Hal utama dalam Futurisme adalah bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam lukisan. Futurisme memanfaatkan aneka tampak yang dikembangkan oleh kubisme.

Futurisme adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain. Artinya, dalam Futurisme huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tetapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna. Hal ini disebabkan karena banyak penyair-penyair Futurisme vang memanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan dalam berpuisi.

Tokoh futurisme dalam seni sastra selain Marinetti adalah Giacomo Balla, Ardengo Soffici dan Stephane Mallarme. Futurisme kemudian juga merambah kedalam bidang seni rupa. Hal utama dalam Futurisme adalah bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam lukisan. Futurisme memanfaatkan prinsip aneka tampak (multiple viewpoints) yang dikembangkan Kubisme-selain juga memengaruhi De Stijl.

Futurisme juga adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tipografi dalam perjalanan sejarah desain grafis. sebagai unsur ekspresi dalam desain. Artinya, dalam Futurisme huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tetapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan sebuah makna. Hal ini disebabkan karena banyak penyair-penyair Futurisme vang memanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan dalam berpuisi.

Pernyataan awal Futurisme disampaikan oleh Fillipo Tommaso Marinetti, seorang sastrawan, yang dipublikasikan di media massa ‘Figaro’ Paris, pada tanggal 20 Februari 1909. Pernyataan tersebut diungkapkan dengan berani bahwa akan lahirnya ‘seni masa depan’ (le futurisme), dan berakhirnya seni masa lalu (le passeisme). Kehidupan yang dinamis berupa “kebaruan” teknologi, gerakan mesin, kecepatan gerak, dianggap sebuah era yang cemerlang, baru, dan modern.

“Futurisme dalam seni lukis”, dipublikasikan pada tanggal 11 Februari 1910 yang ditanda tangani oleh: Umberto Boccioni, Carlo Carra, Luigi Russolo, Giocumo Balla dan Gino Severini, yang kemudian dibacakan kepada khalayak pada tanggal 3 Maret 1910. Intinya berupaya menyampaikan bahwa masa lalu telah berlalu, kehidupan masa kini telah berubah secara drastis karena adanya “ilmu pengetahuan dan teknologi modern”.

Karya-karya seni yang muncul pada periode ini berupaya untuk menyampaikan gerak dan kecepatan. hal ini terungkap dalam salah satu  katalog pameran yang menyatakan bahwa “Seorang Pelukis harus meng-ekspresikan juga sesuatu yang tidak tampak tetapi ada dan berputar di belakang obyek yang diam, sesungguhnya sesuatu yang tidak tampak itu bisa berada di sebelah kiri, di sebelah kanan, atau bahkan di belakang”.

Setelah memberikan pencerahan bagi dunia seni di ltalia, akhirnya futurisme tidak dapat menghindarkan diri dari kemunduran, apalagi dengan pergolakan perang dunia I dan terjadi alihan kekuasaan kepemerintahan oleh Benito Mussolini. Masa jaya Futurisme mulai ditinggalkan masyarakatnya. Perkembangan seni rupa modern dari abad 19 sampai pada akhir abad ke-20, nampak bahwa seniman dan aktifitasnya tidak dapat dilepaskan dari pemikirannya serta konteks sosial yang mempengaruhinya. (Disusun dari berbagai sumber oleh Ariesa Pandanwangi)